Posts

70 KALI MEMOHON

Ada seorang kakek yang tinggal di India. Umurnya sudah lebih dari 70 th. Sepanjang hidupnya selama 70 th itu, ia gunakan untuk menyembah berhala dari batu. Setiap hari ia begitu taat menyembah tuhannya itu. Suatu ketika, kakek ini punya suatu keinginan. Ia pun kemudian mendatangi tuhannya seraya memohon agar doa`nya dapat dikabulkan. "Oh, tuhanku Latta. Oh tuhanku Uzza. Tujuh puluh tahun aku terus menerus menyembahmu. Selama itu, tak ada sesuatupun yang aku mohonkan kepadamu. Sekarang, aku ada permohonan kepadamu. Mohon, kabulkanlah permohonanku ini". Kakek itu memohon sambil merengek-rengek kepada Latta dan Uzza kiranya doa`nya dapat dikabulkan. Demikian seterusnya dia lakukan. Setelah sampai tujuh puluh kali doa` itu ia panjatkan, tak ada sedikitpun pengabulan dari berhala tuhannya yang ia peroleh. Maka kakek itu sedih sekali dan akhirnya putus asa. Dalam keputusasaannya itu, ternyata Allah SWT memberi hidayah kepada kakek. Hati sang kakek Ia lapangkan segera sa...

Aku ingin Berjuang

Seorang pemuda belia dari kabilah Aslam sedang termenung sendirian agaknya dia sedang sibuk memikirkan sesuatu yang membebani hatinya. Pemuda itu bertubuh kuat, gagah, penuh gairah untuk menghadapi masa depan yang penuh berbagai tantangan. Badanya tegap dan kuat, sanggup untuk dihadapkan pada perjuangan seperti yang sedang dilakukan oleh yang lain, jihad fisabilillah. Adakah jalan yang lebih afdol dan lebih mulia dari jihad fisabilillah..? Rasa-rasanya tak ada. Sebab itulah satu-satunya jalan jika memang benar-benar telah menjadi tujuan dan niat suci untuk mencari restu dn ridho Allah SWT. "Demi Allah, inilah satu kesempatan yang sangat baik", kata hati pemuda itu. Yah,.....sebab disana, serombongan kaum muslimin sedang bersiap menuju juang jihad fisabilillah. Sebagian sudah berangkat, sebagian lagi baru datang, dan akan segera berangkat. Semuanya menampakan wajah yang senang, pasrah, dan tenang dengan satu iman yang mendalam. Wajah-wajah mereka membayangkan suatu keyakinan p...

Anggota DPR : Stop Perayaan Tahun Baru di Hotel-hotel

Reporter: Suwarjono detikcom - Jakarta, Musibah nasional yang menimpa Sumatera bagian utara, menewaskan sedikitnya 20 ribu orang, memporakporandakan ribuan tempat tinggal dan ancaman kelaparan yang berkepanjangan menyayat hati semua orang. Untuk membantu korban bencana dan alasan kemanusiaan inilah, beberapa tokoh menyerukan agar masyarakat tak merayakan tahun baru dengan hura-hura, dan mengalihkan dana yang biasanya dipakai hura-hura untuk disumbangkan kepada warga dan keluarga korban di Aceh. Ketua MPR Hidayat Nurwahid sudah membuat seruan serupa, Selasa (28/12/2004). Hal yang sama disampaikan Ketua PPP Lukman Hakiem. Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR ini meminta agar pada malam tahun baru nanti masyarakat tak merayakannya di hotel-hotel maupun pusat keramaian lainnya. "Kami ajak pada malam tahun baru nanti jauhi hotel-hotel, tempat hiburan, atau jalan raya,pusat keramaian dan lain-lain. Sebaiknya tetap tinggal di rumah atau ke rumah ibadah, berdo...

Tahun Baru Tanpa Hura-hura

detikcom - Jakarta, Di penghujung 2004, ujian dan cobaan buat Ibu Pertiwi makin berat. Bahkan, sangat berat. Gempa mengguncang dan gelombang tsunami menyapu Bumi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. Sekitar 27 ribu jiwa melayang. Ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Ini musibah terbesar yang dialami Bangsa Indonesia sepanjang sejarah. Pemerintah menetapkan musibah ini sebagai bencana nasional. Entah berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk menangani para korban tewas dan juga para korban yang selamat. Entah berapa banyak uang untuk menghidupi kepada para ratusan ribu orang yang kini mengungsi. Entah berapa banyak rupiah yang diperlukan untuk memperbaiki infrastruktur dan memulihkan pemerintahan dan perekonomian di sana. Juga waktu. Berapa lama waktu yang akan digunakan untuk memulihkan daerah-daerah yang terkena bencana itu. Sudah berwindu-windu daerah-daerah itu dibangun, namun kini habis dalam waktu sekejap. Wajar saja, bila pemerintah...

OOT: Korban Tsunami di Asia-Afrika Capai Angka 52 Ribu

Sumber: Associated Press detikcom - Jakarta, Korban tewas gelombang tsunami di Asia diprediksi sudah menembus angka 52 ribu jiwa. Selain itu, ribuan orang lainnya masih dikategorikan hilang. Kementrian kesehatan Indonesia menyatakan jumlah korban yang dipastikan tewas sudah lebih dari 27 ribu orang. Angka tersebut tidak termasuk adanya laporan bahwa 10 ribu orang lebih tewas di Meulaboh, kota pinggiran pantai sumatera yang masih terisolir. Seperti dilansir dari Kantor Berita Associated Press, Rabu (29/12/2004), jumlah korban tewas di Srilangka sudah mencapai 18.700 jiwa, India 4.400 jiwa dan Thailand 1.500 jiwa. Angka ini diprediksi akan terus bertambah. Belum lagi sekitar lebih dari 300 jiwa di Malaysia, Myanmar, Bangladesh, Maladewa, Somalia, Tanzania dan Kenya juga tewas. Masing-masing negara hingga kini masih terus melakukan penghitungan jumlah korban yang tewas akibat bencana tersebut. Di India, pihak kepolisian mengatakan 8.000 orang masih hilang dan dikhawatirk...

OOT: Depkes: Korban Tewas 27.174 Orang

Reporter: Niken Widya Yunita detikcom - Jakarta, Hingga Rabu pagi (29/12/2004), data korban tewas bencana Aceh yang dimiliki Departemen Kesehatan (Depkes) mencapai 27.174 orang. Mayoritas korban tewas ditemukan di Aceh Jaya sebanyak 15.000 orang. Demikian dinyatakan Ketua Tim Penanggulangan Masalah Kesehatan dan Bencana Alam Depkes Naydial Rusdal di Depkes, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, pukul 09.00 WIB. Korban Banda Aceh tercatat 5.000 orang. Di Krueng Mane ada 117 orang. Di Aceh Timur, korban 40 orang. Lhokseumawe, 157 orang dan hilang 89 orang. Di Kabupaten Bireuen, 191 orang tewas. Kabupaten Pidie, 167 orang tewas. Aceh Utara, 1.202 orang tewas dan hilang 367 orang. Di Nagan Raya, 168 orang tewas, hilang 700 jiwa. Di Kota Calang, 5.002 orang tewas. Kabupaten Nias (Sumut) tepatnya di Desa Sirombu, Desa Lasaratonga, dan Desa Cibarisi, ada 122 orang meninggal. Di Pantai Cermin di Kabupetn Serdang Bedagai, 6 orang meninggal. Di Kabupaten Tapanuli Tengah di Sibolga juml...

Hak Seorang Istri

Ada sepasang suami istri yang dihadirkan ke hadapan Hakim Ka`ab Al As`adi. Perkara suami istri itu diajukan kepada Hakim karena pengaduan sang istri terhadap suaminya sendiri. Maka ketika sidang mulai digelar, dengan meratap, si istri mengadukan hal-nya kepada sang Hakim. " Tuan Hakim yang terhormat, aku mengadu kepadamu , memintamu untuk memberikan keadilan kepadaku ". " Ya baiklah. Tapi jelaskan dahulu perkara apa yang hendak kamu ajukan kepadaku !". " Aku mengadukan suamiku. Aku benar-benar tidak suka dengan cara hidupnya selama ini. Setiap hari kerjanya cuma sibuk beribadah. Tempat tidurnya adalah masjid. Ia jarang sekali untuk datang tidur bersamaku di tempat tidur kami dirumah. Setiap malam kerjanya cuma sholat melulu. Kalau siang hari terus menerus puasa. Aku hampir-hampir tak pernah ia perdulikan. Aku betul-betul tida senang dengan cara hidup yang seperti ini terus-menerus ". Mendengar pengaduan si istri, hakim Ka`ab Al As`adi mengkon...